Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liburan ke Solok, Asyiknya Ngopi Sambil Cicipi Kuliner Tradisional di Pinggir Sawah

Antara , Jurnalis-Jum'at, 03 September 2021 |10:01 WIB
Liburan ke Solok, Asyiknya Ngopi Sambil Cicipi Kuliner Tradisional di Pinggir Sawah
Wisata kuliner di warung kopi sawah di Tanjung Paku, Solok, Sumatera Barat (Antara)
A
A
A

OBJEK wisata kuliner warung kopi sawah di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat yang menyediakan berbagai jenis makanan tradisional khas Minangkabau diminati para pengunjung.

Pengelola Objek Wisata Kuliner Warung Kopi Sawah Diki Asnur menyebutkan makanan khas Minangkabau yang disediakan di warung kopi sawah berupa lemang pisang, lepat ketan, dan teh telur. Menu masakan berupa bebek sawah, belut, dan beberapa makanan khas lainnya.

"Kami menyediakan makanan tradisional khas Minangkabau yang saat ini mulai jarang ditemukan di tengah masyarakat dan ternyata banyak diminati wisatawan," kata dia, Kamis.

Baca juga:  Ketika Tumpukan Sampah Disulap Jadi Taman Wisata yang Indah

Selain itu, Diki memberdayakan masyarakat sekitar untuk menyediakan makanan tersebut.

"Kami memesan ke ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Tanjung Paku yang bisa membuat makanan tradisional tersebut," ujar dia.

Warung kopi sawah ini sebelumnya merupakan objek wisata Taman Kitiran yang cukup ramai dikunjungi wisatawan sebelum pandemi COVID-19 dan letaknya pun tidak jauh dari terminal lama Kota Solok.

 

"Semenjak pandemi COVID-19, konsep wisata Taman Kitiran yang semula berupa eduturizem diubah menjadi konsep wisata kuliner atau Warung Kopi Sawah yang saat ini menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Kota Solok," ucap dia.

Menurut dia sebagai penggerak objek wisata mesti melakukan suatu inovasi di tengah pandemi saat ini, kalau tidak ada inovasi bisa tutup sektor pariwisata. Bahkan, semenjak dilakukan perubahan ke warung kopi sawah itu memunculkan peluang baru.

Baca juga:  Solok Menuju Destinasi Wisata Bertaraf Internasional

"Dengan demikian, mulai ada peluang baru, mulai ada tenaga kerja, peluang bisnis, terbuka kesempatan untuk mendapatkan pemasukan. Setidaknya bisa bertahan di situasi pandemi COVID-19 ini," ucap dia.

Kendati demikian, ia mengatakan taman kitiran tetap dengan kegiatan eduturizemnya salah satunya tetap mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi siswa termasuk kegiatan hidup di alam yang ditawarkan ke sekolah dasar.

"Pada akhir tahun 2020 kembali diminati termasuk konsep wisata, kem tahfiz, minat khusus seperti panahan. Kemudian ketika diberlakukannya kebijakan PPKM pada tahun ini, memang berdampak lagi terhadap sektor pariwisata. Karena harus ditutup tempat wisata dan pengunjung berkurang," kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement