PANDEMI memang membuat penggunaan internet semakin masif, lantaran semua pertemuan yang mengharuskan tatap muka dilakukan secara online. Dunia maya memang memudahkan kita untuk terkoneksi satu sama lain.
Meski begitu, dunia maya juga menjadi tempat yang penuh dengan hal negatif, salah satunya adalah cyber bullying. Apalagi jika Anda gemar bersosial media, tentu saja banyak menemukan atau mungkin mengalami cyber bullying.
Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto mengatakan intensitas penggunaan smartphone dan internet, terutama untuk keperluan bermedia sosial yang tinggi di zaman sekarang tak luput dari risiko yang tinggi pula terhadap cyber bullying atau perundungan di dunia maya.
"Meski berguna untuk melakukan kegiatan sehari-hari, penggunaan smartphone juga berisiko tinggi terhadap perundungan online. Ini karena masih banyak yang belum teredukasi dengan baik dalam hal penggunaannya," kata Kasandra.

Kasandra kemudian mengungkapkan tindakan preventif yang dapat dihindari dilakukan untuk menghindari perundungan di dunia maya, salah satunya dengan menerapkan pola berpikir sebelum bertindak. "Berpikir terlebih dahulu sebelum membuat tindakan secara online, seperti halnya saat akan membuat unggahan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa berdasarkan teori pilihan, sumber dari masalah atas perilaku individu adalah pilihan individu itu sendiri. Perilaku tersebut mencakup unsur perbuatan, pemikiran, perasaan, dan fisiologi yang disebut total behavior yang berada di bawah kendali individu.
"Sehingga pola berpikir terlebih dahulu sebelum membuat tindakan di dunia maya akan menjadi tindakan preventif terhadap perundungan online, mengacu pada total behavior yang dapat membuat individu bertindak di bawah kendali diri," tuturnya.