GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berharap wilayhnya mendapat jumlah vaksin covid-19 lebih banyak dari yang sudah diberikan. Pasalnya, penduduk Jawa Barat sangat banyak dan dosis vaksin yang didapat belum imbang.
"Vaksinasi Jabar harus selesai di Desember 2021, dan yang harus disuntik itu 37 juta orang. Jadi, dosis yang diperlukan sekitar 75 juta, sehingga per bulan butuh 15 juta dosis," ungkap Ridwan Kamil di hadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Padalarang, Jawa Barat, beberapa hari lalu.
Baca juga: BPOM Izinkan Vaksin Sputnik-V Rusia Dipakai di Indonesia
Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil juga melaporkan kabar terkini penanganan pandemi covid-19 di Jawa Barat yang ternyata sudah jauh lebih baik. Ia pun membagikan data mengenai program vaksinasi yang berjalan sangat baik.

"Kami sudah terbebas dari masa kedaruratan dengan BOR di angka 24 persen, padahal bulan lalu 91 persen. Jabar menjadi wilayah di Indonesia dengan penyuntikan vaksin covid-19 tertinggi setiap harinya dengan lebih dari 200 ribu dosis per hari," paparnya.
"Tapi karena penduduknya banyak, dosis 200 ribu per hari itu sangat kurang, sehingga per 28 Agustus 2021, kami akan naikkan jumlah dosisnya menjadi 420 ribu dosis per hari, dan ini menjadi rekor terbesar se-ASEAN. Mohon doanya," sambung Ridwan Kamil.
Baca juga: Ayah Bunda, Ini 5 Makanan yang Bisa Membuat Anak Tumbuh Tinggi
Target tersebut, lanjut dia, bisa tercapai asal jatah vaksin covid-19 bisa tercukupi dari pemerintah pusat dan makin banyak sentra vaksinasi hasil kolaborasi.
"Di level pemerintah pusat tolong saling diingatkan bahwa penduduk Jabar 50 juta, suplai 15 juta dosis per bulan harus lancar. Biarkan urusan teknis, suntik menyuntiknya, dan bagaimananya, jadi urusan di bawah," papar Ridwan Kamil.