BANYAK orang ketika melakukan olahraga dibarengi mengonsumsi minuman berenergi. Pada dasarnya minum air yang cukup sangat penting untuk fungsi sel dan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, air dapat membantu mengatur suhu tubuh, melancarkan sendi, organ, dan jaringan tubuh.
Tetapi selama melakukan aktivitas olahraga yang intens, tubuh sering membutuhkan lebih dari sekadar air putih untuk kinerja yang optimal. Tubuh membutuhkan lebih banyak asupan cairan.
Baca juga: Tak Selalu Air Putih, Tubuh Juga Butuh Asupan Minuman Berenergi
"Ketika berolahraga tanpa minum cukup cairan, mungkin akan mengalami beberapa gejala dehidrasi seperti sakit kepala, mulut kering, tubuh lemas, dan kelelahan otot atau kram. Dehidrasi dapat menguras mental dan fisik, membatasi aktivitas yang dapat Anda lakukan," kata ahli nutrisi Dana Ryan, seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/8/2021).
Direkomendasikan, seseorang mengonsumsi delapan gelas per hari namun patut mempertimbangkan usia, ukuran, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik untuk menentukan berapa banyak air yang harus diminum.

"Misalnya, seorang atlet saat melakukan latihan membutuhkan lebih banyak air daripada orang yang menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak," jelasnya.
Meskipun konsumsi air menjadi prioritas utama, ada kalanya tubuh membutuhkan tambahan gula dan elektrolit untuk mempertahankan tingkat energi dan status hidrasi selama berolahraga.
Baca juga: Ketahui Bahaya Minuman Berenergi, Yuk Segera Kurangi
Lantas, perlukah minuman berenergi saat olahraga?
Air adalah bahan bakar yang lebih disarankan untuk hidrasi saat sedang beristirahat atau berolahraga ringan. Biasanya latihan di bawah 60 menit tidak memerlukan minuman suplemen energi.
Di sisi lain, jika seseorang sedang menjalani hari yang sangat aktif atau berolahraga selama lebih dari 60 menit, tubuh akan membutuhkan elektrolit dari minuman suplemen energi untuk mengisi kembali cairan yang hilang melalui keringat.