Ia menjelaskan, spesies baru ini termasuk dalam kelompok Pterosaurus yang dikenal sebagai Anhanguerian, yang menghuni setiap benua selama periode akhir dinosaurus. Hewan ini memiliki tulang berdinding tipis dan relatif berongga.
“Fosil hewan-hewan ini sangat menakjubkan. Dengan standar dunia, catatan Pterosaurus Australia memang buruk, tetapi penemuan Thapunngaka berkontribusi besar pada pemahaman kita tentang keragaman Pterosaurus Australia," ungkap Richards.
Nama spesies baru ini menggabungkan kata dari bahasa Bangsa Wanamara yang kini sudah punah dan nama penemunya Len Shaw.
“Nama genus, Thapunngaka, menggabungkan thapun (ta-boon) dan ngaka (nga-ga). Kata 'Wanamara' untuk 'tombak' dan 'mulut', masing-masing. Nama spesies, Shawi, menghormati penemu fosil Len Shaw, jadi namanya berarti 'mulut tombak Shaw'," jelas peneliti, Dr Salisbury.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.