Para arkeolog itu pun mulai melarikan diri, dan beberapa tertangkap yang kemudian dihukum sebagai anggota dari organisasi mata-mata teroris.
Penemuan-penemuan tentang Trypillia pun tenggelam di dalam negeri Uni Soviet. Namun, buku-buku yang hasil penelitian tentang peradaban Trypillia secara mendalam dipublikasikan di luar negeri.
Kendati begitu, kata Videiko, "buku-buku itu tidak pernah mencapai Ukraina. Kami yang melakukan penelitian tetapi hampir tidak ada seorang pun di sini mengetahuinya. Sementara, mereka yang tahu, tetap diam."
Kini, warisan dari peradaban Trypillia dihidupkan kembali melalui dunia mode atau fashion.

Desainer Ukraina, Svitlana Bevza menggunakan budaya peradaban kuno Trypillia yang berpusat pada perempuan sebagai inspirasi.
Ia membuat perhiasan dan meniru cara berpakaian perempuan-perempuan Trypillia sebagai bentuk penghargaan akan keindahan budaya masa lalu, penghormatan terhadap perempuan, dan keselarasan hidup dengan alam.
Svitlana mengatakan, tidak adil jika "budaya besar Trypillia tidak terkenal di dunia - seperti Mesir, misalnya. Tidak ada suara di dunia yang bisa berbicara tentang budaya ini".
Peradaban maju yang dibangun dari ketiadaan bukan hanya cerita ada dalam novel fantasi, tetapi pernah terjadi di kisah nyata, dan kini mendapatkan tempatnya untuk diketahui oleh seluruh dunia, Cucuteni-Trypillia.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.