"Pas saya tahu Favipiravir akan habis patennya tahun itu, jadi saya minta Bio Farma; cepat itu bikin Favipiravir dan tahun ini Bio Farma grup sudah bisa produksi 2 juta tablet per day or per bulan gitu, aku lupa," sambungnya.
Baca Juga : Jawaban Menkes saat Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Berakhir
Maksudnya apa, lanjut Menkes Budi, Kalau tidak maksa bikin Favipiravir di dalam negeri, kebayang kan 5 organisasi profesi itu baru mengubah antivirusnya kalau varian Delta itu jangan pakai oseltamivir tapi pakai Favipiravir.
"Itu satu rejimnya 40 tablet, kebayang kita mesti import kayak apa. Untungnya sudah bikin, walaupun saya lihat active pharmaceutical ingredient (API)-nya masih import juga, sudahlah enggak apa-apa. Nanti kami bikin pabrik lain Pertamina suruh bikin pabrik turunannya," tambah Menkes Budi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.