MALAM tahun baru Islam 1 Muharram atau malam 1 Suro biasanya setiap daerah memiliki kebiasaan, atau tradisi dalam menyambutnya. Terlebih ritual-ritual secara turun temurun akan dilaksanakan setiap tahunnya.
Momen tersebut biasanya dilakukan sebagai waktu untuk introspeksi diri, dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh karenanya, berikut ini ragam tradisi dalam menyambut malam 1 Suro. Seperti dilansir MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber;
Topo Bisu Mubeng Beteng, Yogyakarta
Masyarakat Yogyakarta pada malam 1 Suro, akan melakukan tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Yakni suatu kepercayaan, mereka akan berjalan mengitari benteng Keraton tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Tradisi ini dilakukan sebagai suatu evaluasi diri yang diperbuat selama satu tahun. Biasanya Topo Bisu Mubeng Beteng ini dilakukan tengah malam atau bertepatan pada pukul 00.00 WIB.
Baca juga: Inilah Ritual 1 Suro di Berbagai Daerah Indonesia
Membersihkan Benda Pusaka, Jawa Tengah
Selanjutnya, pada malam 1 Suro masyarakat Jawa Tengah akan melakukan pembersihan atau mencuci benda pusaka, sebagai ritual wajib saat malam tersebut.

(Foto: Okezone.com)
Benda-benda yang dibersihkan pada malam 1 Suro yaitu mulai dari keris, batu cincin, hingga sepeda-sepeda tua yang diturunkan secat turun menurun.
Kirab Kebo Bule, Surakarta
Surakarta atau Solo memiliki tradisi khusus saat malam 1 Suro, yaitu Kirab Kebo Bule yang dilaksanakan di Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada tradisi ini, nantinya masyarakat akan ikut mengarak kerbau dan berusaha menyentuh hewan ternak tersebut. Hal ini diyakini akan mendapatkan keberkahan setelah menyentuhnya.