DILAPORKAN sebanyak 33,8 persen anak Indonesia memiliki kecenderungan "sedentary lifestyle" atau pola hidup tidak aktif alias kurang gerak selama pandemi covid-19. Demikian menurut studi yang diterbitkan di jurnal 'National Center for Biotechnology Information'.
"Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat secara berlebihan," terang laporan resmi studi tersebut yang diterima MNC Portal belum lama ini.
Baca juga: Melihat Tren Bedah Plastik Para Perempuan di Pusat Kartel Narkotika Meksiko

Apabila kebiasaan mager atau malas gerak ini dibiarkan, bisa memengaruhi perilaku dan kesehatan si anak di masa depan. Maka itu, penting bagi orangtua untuk terus mengajak anak tetap aktif dan membangun kebiasan sehat, termasuk memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Selain menjadi mageran, anak Indonesia selama pandemi covid-19 juga diketahui rendah sekali terpapar sinar matahari. Hal ini yang membuat banyak anak rentan mengalami defisiensi vitamin D3, padahal ini cukup penting dalam menjaga imunitas tubuh di kala pandemi.
Baca juga: Ketua Satgas IDI Sebut Wajar PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Alasannya
"Selama masa pandemi, ada tiga masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak, khususnya di usia sekolah dasar, antara lain rendahnya paparan sinar matahari sehingga anak akan rentan defisiensi vitamin D3, kurang gerak sehingga berisiko kelebihan berat badan, dan konsumsi jajanan minim protein, vitamin, dan mineral," papar ahli gizi Dokter Rita Ramayulis DCN MKes dalam pernyataan resminya, Senin (26/7/2021).