"Spirometer insentif maupun bernyanyi atau memainkan alat musik tiup telah dikaitkan dengan tidur yang lebih baik, sesak napas yang terkendali, dan suasana hati yang lebih baik," kata Joanne Loewy, direktur Pusat Musik dan Kedokteran Louis Armstrong di Sistem Kesehatan Mount Sinai di New York.
Loewy sendiri adalah pemimpin dari paduan suara pasien pulih dari stroke. "Kami terus mencari cara untuk membantu orang tetap baik dengan musik," ujarnya.
Dan kini para peneliti tengah mempelajari apakah terapi musik atau bermain alat musik dapat diterapkan juga untuk pasien Covid-19. Studi yang tengah dijalankan terkait ini dilakukan di Inggris dengan nama ENO Breathe.
Di penelitian itu, 12 peserta dilibatkan untuk belajar latihan pernapasan dan nyanyian berdasarkan teknik penyanyi profesional. Pada akhir uji coba, peserta melaporkan peningkatan sistem pernapasan dan penurunan kecemasan.
(Dyah Ratna Meta Novia)