Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Penyintas Covid-19: Bernyanyi Membuat Saya Lebih Lega saat Bernapas

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 19 Juli 2021 |10:11 WIB
Kisah Penyintas Covid-19: Bernyanyi Membuat Saya Lebih Lega saat Bernapas
Pandemi Covid-19 (Foto: Chilliwack)
A
A
A

Diterangkan dalam laporan SCMP tersebut, jauh sebelum Covid-19 datang, terapi musik untuk penyembuhan penyakit pernapasan sudah cukup populer, khususnya untuk pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma.

"Napas yang lebih panjang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi respons stres tubuh," kata Seneca Block, seorang pengawas terapi musik dan seni di sistem kesehatan Universitas Hospitals di negara bagian Ohio, Amerika Serikat.

"Inilah sebabnya latihan seperti yoga dan meditasi sangat fokus pada latihan pernapasan. Pernapasan yang terkontrol diperlukan juga saat bernyanyi atau memainkan harmonika dan ini terbukti memperbaiki pernapasan seseorang, artinya napasnya bisa lebih panjang," sambungnya.

Terapi harmonika sendiri digunakan oleh Block untuk pasien PPOK. "Alat musik itu mengajarkan mereka bahwa di level mana napas mereka ada dan dengan begitu dapat lebih baik penanganannya," ujar dia.

Pasien dengan gangguan pernapasan biasanya diberikan 'spirometer insentif' semacam perangkat alat medis untuk membantu mereka melatih paru-paru. Block menilai, terapi menyanyi bekerja dengan cara serupa dengan alat medis tersebut secara teknis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement