Program ini diharapkan dapat mendorong pelaku parekraf di desa untuk menopang perekonomian pasca pandemi COVID-19.
"Kita sudah memfasilitasi fintech dan workshop. Kemarin ada tiga zona, Sumatera, Jawa-Bali dan Kalimantan-Indonesia Timur yang sudah kami launching. Ini akan meningkatkan daya saing mereka," kata Sandiaga.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan bahwa ADWI akan tetap diselenggarakan meski dalam pandemi COVID-19. Ada tujuh kategori penilaian di antaranya homestay, digital, produk ekonomi kreatif hingga data tarik wisata.
"Ada 11 dewan juri mulai dari Atta Halilintar sampai Wamendesa Budi, juga tahapannya sudah dimulai walaupun ada PPKM darurat kita lakukan melalui daring. Desember diumumkan dan juga kita mengundang desa wisata ini untuk membantu proses vaksinasi sehingga dari situ dimungkinkan untuk melakukan vaksinasi di pedesaan," ujar Sandiaga. (sal)
(Rizka Diputra)