Dalam studi tersebut, terlihat adanya respon antibodi tertinggi pada orang yang menerima dua dosis vaksin Pfizer, dengan kedua vaksinasi campuran menghasilkan respons yang lebih baik daripada dua dosis vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca yang diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik serta jrespons antibodi yang lebih tinggi, daripada Pfizer yang diikuti oleh AstraZeneca. Hasil ini adalah dari kombinasi vaksin yang diberikan dengan interval empat pekan kepada sebanyak 830 orang peserta.
Selain dengan jarak empat pekan, studi Com-COV tersebut disebutkan juga meneliti jadwal campuran vaksin dengan interval 12 pekan. Profesor Matthew mencatat bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diketahui menghasilkan respon imun yang lebih baik dengan interval yang lebih lama di antara dosisnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.