VARIAN delta Covid-19 memang dikabarkan lebih cepat menular. Varian mutasi ganda dari India ini pun telah menyebar di banyak negara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada akhir pekan kemarin, virus ini telah menginfeksi 148 orang di enam provinsi di Indonesia, dengan provinsi Jawa Tengah tercatat sebagai yang tertinggi.
Berdasarkan studi Zoe Covid Symptom di Inggris, yang dilakukan Profesor Tim Spector, gejala tertular varian Delta terasa "lebih seperti pilek berat" dengan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hidung meler atau tersumbat.
Gejala Delta berbeda dengan gejala Covid klasik berupa batuk, demam dan kehilangan indra penciuman yang kini kurang umum terjadi - berdasarkan data yang diterima tim Zoe dari ribuan orang yang telah mencatat gejala mereka di sebuah aplikasi.
"Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas di pengguna aplikasi - dan mereka tidak sama seperti sebelumnya," kata Tim.
Varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India sekarang telah menyumbang 90% dari kasus Covid di Inggris. "Gejala demam tetap cukup umum tetapi kehilangan penciuman tidak lagi muncul di 10 gejala teratas," kata Prof Spector.
Para peneliti menyebut pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan, sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan terkait dengan infeksi Covid dan varian Delta di Inggris.
Waktu awal pandemi, pilek tidak masuk dalam gejala virus corona. Namun, berbeda ketika varian Delta menyerang. "Sehingga banyak yang mengira mereka hanya terkena pilek musiman, jadi masih pergi ke pesta dan mungkin menyebar ke enam orang lainnya. Ini memicu banyak masalah," kata Tim.
"Jika Anda masih muda, Anda akan merasakan gejala yang lebih ringan, mungkin hanya terasa seperti pilek atau perasaan 'tidak enak badan' biasa, tetaplah di rumah dan lakukan tes," tambahnya.