SETIAP anak memiliki tumbuh kembang berbeda-beda. Ada anak yang bisa tumbuh lebih cepat dibanding usianya, namun ada juga yang kemampuannya sedikit agak lambat. Salah satunya speech delay atau terlambatnya kemampuan berbicara.
Sebagian anak ada yang memiliki kemampuan berbicara lebih cepat dari teman-teman sebayanya. Tapi, ada juga anak-anak yang mengalami keterlambatan kemampuan berbicara atau speech delay.
Baca juga: 8 Langkah Bersihkan Mainan Anak Supaya Terhindar dari Covid-19
Terkait speech delay, tidak dimungkiri anak yang mengalaminya kerap dianggap memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah dari seharusnya. Tapi, apakah benar speech delay ada hubungannya dengan kecerdasan anak?

Ternyata jawabannya tidak selalu lho. Hal ini sebagaimana dijelaskan dr Catharine Mayung Sambo SpA (K). Kondisi speech delay tidak melulu mutlak berhubungan dengan kecerdasan anak. Speech delay bisa dipicu berbagai faktor.
"Tidak selalu, tapi umumnya demikian. Terlambat bicara penyebabnya macam-macam. Dari yang kurang stimulasi, sampai penyebab serius seperti gangguan pendengaran, gangguan perilaku (misalnya ASD), disabilitas intelektual, atau global delayed development," papar dr Catharine kepada MNC Portal, Jumat 18 Juni 2021.
Baca juga: Ayah Bunda, Baca Doa Ini ketika Mendidik Anak-Anak
Secara gamblang ia menegaskan stigma bahwa anak yang telat bicara pasti memiliki kemampuan IQ dan EQ rendah itu adalah hal salah.
"Keliru ya. Terlambat bicara adalah salah satu tanda keterlambatan perkembangan. Tapi untuk mengarah ke satu kesimpulan tertentu tentang diagnosis dan prognosis (prediksi ke depannya), perlu diperiksa secara keseluruhan. Bila ada anak yang menunjukkan tanda terlambat bicara, sebaiknya orangtua berkonsultasi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut," tambahnya.
Mengingat setiap kondisi atau kasus setiap anak bisa berbeda-beda, dr Catharine menyarankan inilah pentingnya membawa anak ditangani oleh dokter. Tidak hanya berhenti sampai situ, tapi juga mematuhi segala saran yang diinstruksikan oleh dokter ahli.
"Ada anak yang terlambat bicara, lalu setelah dilakukan intervensi kemudian hasilnya baik dan kecerdasan tidak terganggu. Pentingnya periksa dan follow-up, yakni saran-saran dokter itu dilanjutkan, tidak berhenti hanya di konsultasi saja," pungkasnya.
Baca juga: Mengenal Gejala Awal Diabetes Pada Anak,lewat Garis Hitam Lipatan Leher
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.