Sebuah studi tahun 2014 mengumpulkan data pada 816 pria dengan masalah infertilitas. Hampir sepertiganya dinyatakan memiliki varikokel.
Artinya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varikokel terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur. Namun, bukan berarti pria dengan varikokel selalu memiliki masalah infertilitas.
Orang dengan varikokel memiliki tantangan tersendiri dalam memiliki sang buah hati. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa memilikinya.
Sebuah studi di tahun 2012 menemukan beberapa bukti bahwa mengobati varikokel dapat meningkatkan kesuburan, terutama jika penyebab infertilitas pasangan tidak diketahui. Namun, penelitian ini masih perlu pengamatan lebih lanjut.
Tonjolan pembuluh darah pada orang dengan varikokel dapat merusak sperma dan mengurangi jumlah sperma. Namun, pada orang dengan jumlah sperma rata-rata, varikokel bisa saja tidak memengaruhi kesuburan laki-laki.
Itu sebabnya, saat kehamilan yang diharapkan tak kunjung datang, sangat penting untuk melakukan berbagai tes, termasuk tes jumlah sperma. Varikokel bukanlah satu-satunya penyebab seorang pria menjadi tidak subur.
(Martin Bagya Kertiyasa)