Di lingkungan kerja, pasien TB cenderung mendapat perlakuan yang negatif, bahkan ada yang sampai diberhentikan karena ketakutan akan menularkan penyakit tersebut pada orang lain. Padahal menurut Nadia, penyakit TB bisa sembuh jika melakukan terapi intensif.
"Sering kali yang kita hadapi adalah penderita TB justru dilakukan PHK karena ketakutan terjadinya penularan pada karyawan lain," ujar Nadia.
"Seharusnya tempat kerja dapat memberikan izin cuti untuk menyelesaikan intensif pengobatan TB. Karena setelah melakukan pengobatan intensif seorang pasien TB dipastikan tidak akan membawa penularan pada orang lain," imbuhnya.
Nadia mengatakan, sangat penting untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran serta mendukung upaya pengendalian dan pencegahan TB.
Menurut Nadia, masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, namun harus ada kolaborasi dari berbagai pihak termasuk masyarakat. "Kita harapkan selama setidaknya masa fase intensif, penderita TB dapat diberikan cuti khusus untuk menyelesaikan pengobatannya," kata Nadia.
(Martin Bagya Kertiyasa)