Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impian Banda Aceh Punya Pusat Wisata Kuliner

Antara , Jurnalis-Selasa, 01 Juni 2021 |16:02 WIB
Impian Banda Aceh Punya Pusat Wisata Kuliner
Masterplan kawasan wisata kuliner di Peunayong, Banda Aceh (Antara)
A
A
A

Dirinya menuturkan, kebutuhan anggaran pembangunan ini Rp 60 miliar itu sudah diusulkan dalam APBK Murni Banda Aceh. Namun, karena terlalu besar, ia berharap dapat dibantu oleh keuangan provinsi melalui dana otonomi khusus (Otsus) atau dengan bantuan APBN melalui Kementerian PUPR.

Nilai tawar

 

Pembangunan pusat wisata kuliner hingga warisan budaya di Banda Aceh ini menjadi nilai tawar bagi para pelancong dari dalam negeri maupun mancanegara yang berkunjung ke daerah berjuluk Serambi Makkah ini.

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh Iskandar menyampaikan, kawasan Peunayong tersebut memiliki sejarah, sehingga mempunyai nilai wisata kota tua, apalagi mendapat dukungan pembangunan pusat kuliner, itu akan lebih menarik perhatian.

Bahkan, saat ini arsitektur pertokoan di kawasan tersebut menampakkan bangunan tua model etnis Tionghoa. Artinya masih sangat menarik untuk dilihat.

Iskandar mengatakan, pemilihan lokasi pembangunan pusat kuliner ini juga sangat tepat, karena selain berada di perkotaan juga dekat dengan bantaran sungai Krueng Aceh, sehingga senyawa dengan rencana pemerintah memaksimalkan wisata dermaga.

Sementara ini, kata Iskandar, di bantaran sungai Krueng Aceh dekat Peunayong itu memang sudah tersedia beberapa tempat kuliner, karena itu perlu dilakukan pembenahan kembali, sehingga benar-benar dapat menarik wisatawan.

Iskandar menyebutkan, tingkat kunjungan wisatawan di Banda Aceh pada 2019 lalu mencapai 503 ribu orang lebih. Namun, terjadi penurunan drastis saat pandemi 2020 lalu, turun hingga 65 persen yakni hanya 175 ribu kedatangan wisatawan domestik.

 ilustrasi

Dirinya meyakini dan optimis setelah pandemi COVID-19 berakhir, kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun asing akan terus meningkat, bahkan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya ketika penerbangan internasional kembali dibuka.

"Hingga akhir Mei 2021 ini saja Banda Aceh sudah dikunjungi 81 ribu wisatawan domestik. Maka kita harap ini mencapai 500 ribu orang lebih, apalagi Banda Aceh juga menjadi kota transit wisata daerah lain seperti Sabang dan Aceh Besar," ujarnya.

Iskandar menuturkan, meningkatnya kunjungan wisatawan akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah, sehingga ini sangat membantu pemerintah dalam upaya menyejahterakan rakyat.

Sebab itu, dirinya mengutarakan harapannya semua unsur masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program pariwisata yang sudah direncanakan pemerintah tersebut.

"Pemerintah ingin memberikan yang terbaik agar orang datang ke sini, supaya ke depan ekonomi terus tumbuh, dan masyarakat bisa lebih sejahtera, ini tujuan utama dari kita semua," ujar Iskandar.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement