Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deteksi Kanker Ovarium dengan 10 Jari, Penyebab Kematian Terbanyak Ketiga di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 31 Mei 2021 |09:40 WIB
Deteksi Kanker Ovarium dengan 10 Jari, Penyebab Kematian Terbanyak Ketiga di Indonesia
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)
A
A
A

Faktanya sebesar 20 persen kanker ovarium terdeteksi pada stadium awal. Sekira 94 persen pasien yang terdeteksi di stadium awal ini dapat hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis. Dalam kesempatan ini, dr. Andrijono pun menjelaskan beberapa hal yang selama ini salah diartikan oleh masyarakat.

“PAP Smear tes tidak dapat mendeteksi kanker ovarium. Selain itu tidak ada gejala spesifik sebaga penanda awal kanker ovarium. Oleh karena itu kampanye 10 jari akan membantu perempuan Indonesia lebih waspada terhadap kanker ovarium. Segera ke dokter, jika memiliki salah satu dari enam faktor risiko dan salah satu dari empat gejala kanker ovarium,” lanjutnya.

Berikut kampanye 10 jari untuk deteksi dini kanker ovarium, yuk disimak

Kenali 6 faktor risiko, diantaranya:

Kista endrometriosis

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement