Mager sendiri biasanya berupa kurang aktivitas fisik. Contohnya hanya melakukan aktivitas harian yang lebih sering duduk atau berbaring seperti menonton TV, bermain gadget, bekerja di depan komputer atau laptop. Lalu selalu naik kendaraan ke manapun, meski jarak dekat, enggan jalan kaki.
"Malas bergerak dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan resiko penya tidak menular (PTM). Misalnya akan menimbulkan penyakit obesitas, kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit jantung bahkan stroke," terang dr. Christopher, Kamis, (27/5/2021).
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari gaya hidup mager?
Guna meniadakan ketidakseimbangan asupan yang dikonsumsi dengan kadar kalori minim yang dikeluarkan akibat mager, maka pola makan dan aktivitas fisik dengan rutin berolahraga merupakan solusi yang patut dijalankan. Misalnya dalam beraktivitas sehari-hari seperti mengerjakan pekerjaan rumah tidak bisa disamakan dengan berolahraga.
"Yang dibutuhkan untuk membakar kalori dan lemak dalam berolahraga adalah meningkatkan denyut jantung agar bisa memompa darah secara konstan selama 30-45 menit dalam sehari," ungkap Dokter Christopher.