Dewi mengatakan, di Kalbar sejak dikampanyekan "Yok Wisata di Kalbar Jak" antusias wisatawan lokal yang dulu sering memilih bepergian ke luar negeri karena lokasi yang dekat, selama pandemi tingkat kunjungan untuk destinasi wisata lokal sangat meningkat karena kampanye ini.
"Hal ini juga lebih aman terutama dalam kondisi pandemi COVID-19 ini namun kami tetap membatasi sesuai dengan arahan gubernur. Yang saya tawarkan adalah inovasi dan kolaborasi sesama pelaku industri pariwisata dan di masa pandemi ini perlu ditingkatkan untuk kembali ke alam, lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat, dan membatasi jumlah kunjungan wisata seperti rekomendasi HOB," pungkasnya.

Sementara itu pihak perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Ode juga menanggapi terkait peningkatan keamanan pariwisata selama pandemi COVID-19.
"Kita mengikuti program dari Kementrian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif yakni sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviromental Sustainabillity) dan di tahun 2020 sudah ada 30 usaha yang bersertifikasi," kata Ode.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengembangkan potensi wisata desa.
"Kami sedang mengurus produk hukumnya lewat peraturan gubernur dan telah mengembangkan konsep wisata desa kepada masing-masing kabupaten dan kota," katanya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.