"Ini termasuk penurunan infeksi dengan gejala sampai 74 persen dan penurunan infeksi tanpa gejala yang dilaporkan sampai 57 persen," ungkap laporan tersebut.
Berdasar studi ilmiah yang sudah dipublis, tak ada bukti yang menunjukkan terjadinya pembekuan darah yang disebabkan vaksin AstraZeneca. Bahkan, data di Eropa menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan data kejadian thrombo emboli yang signifikan sesudah divaksinasi, jika dibandingkan sebelum vaksinasi AstraZeneca.
"Data kesehatan yang dihasilkan di Eropa Utara sangat detail, sehingga ditemukan data bahwa kejadian pembekuan darah sebelum dan sesudah adanya vaksinasi nyatanya tak terjadi peningkatan. Misalnya data pembekuan darah dalam setahun itu ada 1000, setelah ada vaksinasi dengan AstraZeneca, datanya tidak meningkat," kata Pakar Imunisasi dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.