Selama pandemi Covid-19, sistem pembelajaran jadi tantangan terbesar bagi sebagian kelompok siswa dan orangtua. Hal ini karena zulitnya memahami konsep dasar, dan terbatasnya dukungan dan fasilitas tenaga pengajar.
"Saya kadang masih kurang paham akan konsep dasar suatu materi sehingga ketika bertemu dengan soal-soal UTBK atau ujian lainnya, kita tidak tahu bagaimana cara menjawabnya," kata Nirmala, seorang siswa kelas 12 salah satu sekolah, sepertu dikutip dari keterangan resmi dari Zenius.

Sementara itu salah seorang siswa, Dewi Murtiningsih mengatakan, bahwa menghadapi tantangan yang sama ketika di sekolah dulu. Seringkali pemahaman dasar ia kesampingkan agar bisa fokus pada cara cepat untuk menyelesaikan ujian.
"Jika saya bisa kembali ke bangku sekolah, saya akan berusaha untuk mencicil belajar daripada menggunakan sistem kebut semalam. Sistem tersebut hanya untuk ujian tapi tidak membuat saya mengerti kenapa jawabannya harus demikian," ujarnya.
Melihat tantangan pembelajaran yang menyulitkan sebagian siswa dan siswi, Co-Founder dan Chief Education Officer, Sabda PS memerhatikan belajar yang sudah berkepanjangan ini dapat ditangani lewat cara belajar yang menekankan pada pemahaman dasar materi, tapi diterapkan secara adaptif sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.
Baca Juga : Imunisasi Nasional 2020 Menurun, Juli Sekolah Tatap Muka Jadi Berbahaya?