DESAS-desus pemberlakuan jam malam selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Arab Saudi mencuat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan jam malam untuk menekan penyebaran COVID-19.
Baca juga: 1,5 Juta Orang Kunjungi Masjidil Haram dalam 10 Hari Pertama Ramadhan
“Komite terkait dan khusus terus memantau situasi dengan cermat, tetapi tidak ada permintaan yang dikirim untuk memberlakukan jam malam baik di bulan Ramadhan maupun Idul Fitri,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (1/5/2021).
Al-Aly menekankan kepada masyarakat pentingnya mematuhi protocol kesehatan yang berlaku, guna mencegah penularan virus corona.
Ia mengatakan jika masyarakat sudah mematuhi protocol kesehatan yang ada, seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan menghindari pertemuan besar yang mengikuti jumlah yang diizinkan, terutama selama Idul Fitri, maka tidak perlu lagi diberlakukan jam malam.
Hingga saat ini, lebih dari setengah kasus COVID-19 di Arab Saudi dialami orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun.
Baca juga: Arab Saudi Tutup 782 Masjid karena Corona
Pemerintah menekankan kepada masyarakat untuk menerima suntikan vaksin COVID-19. Sejauh ini sudah ada 9.123.778 orang yang telah diinokulasi di Saudi.
Sementara pada Jumat 30 April 2021, Arab Saudi melaporkan sudah ada 11 kematian karena Covid 19 . Terhitung korban tewas saat ini sudah mencapai angka 6.957.