Saat ini sudah terdapat 660 lubang yang didokumentasikan di Provinsi Konya. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari 350 lubang yang dihitung tahun lalu. Meskipun mereka belum menyebabkan korban manusia, lubang tersebut semakin mendekati pemukiman manusia. Faktanya bahwa para ilmuwan tidak dapat memprediksi di mana atau kapan lubang tersebut akan muncul. Sehingga potensi menimbulkan korban jiwa mungkin bisa terjadi.
Pada 2018, lebih dari 20 lubang reruntuhan terdaftar di Provinsi Konya, tetapi tingkat kemunculannya dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak orang khawatir. Jika masalah irigasi air tanah belum teratasi, maka lubang runtuhan ini diperkirakan akan terus bermunculan. Masalah serupa juga dilaporkan awal tahun ini di Kroasia, hanya saja penyebabnya adalah gempa bumi kuat yang melanda negara Eropa pada Desember 2020.
Baca juga: Viral Video Awak KRI Nanggala 402 Nyanyikan Lagu 'Sampai Jumpa', Netizen: Pahlawan

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.