9. Mengoptimalkan vitamin D
Vitamin D penting untuk mengontrol gula darah. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidak mendapatkan cukup vitamin D, atau yang kadar darahnya terlalu rendah, memiliki risiko lebih besar terhadap semua jenis diabetes.
Sebuah studi menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin D tertinggi dalam darah 43 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang memiliki kadar darah terendah.
Baca juga: Pasien Diabetes Jangan Buka Puasa Berlebihan agar Gula Darah Terjaga
10. Makan diet tinggi serat
Mendapat banyak serat bermanfaat untuk kesehatan usus dan manajemen berat badan. Serat dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu larut dan tidak larut. Serat larut menyerap air, sedangkan serat tidak larut tidak.
Di saluran pencernaan, serat larut dan air membentuk gel yang memperlambat laju penyerapan makanan. Ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap. Sebagian besar makanan nabati yang tidak diolah mengandung serat, meskipun beberapa memiliki lebih banyak dari yang lain.
11. Minum kopi atau teh
Meskipun air tawar atau mineral harus menjadi minuman utama, penelitian menunjukkan bahwa minum kopi atau teh dapat membantu menghindari diabetes. Penelitian tersebut melaporkan bahwa minum kopi setiap hari mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 8–54 persen dengan efek terbesar umumnya terlihat pada orang dengan konsumsi tertinggi. Kopi dan teh memiliki antioksidan yang dikenal sebagai polifenol yang dapat membantu melindungi dari diabetes.
12. Mengonsumsi herbal alami
Ada beberapa tumbuhan herbal yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kemungkinan perkembangan diabetes yaitu kurkumin dan berberine.
Baca juga: Pasien Diabetes Puasa Ramadhan, Biar Aman Terapkan Strategi Ini
13. Kurangi makanan olahan
Sebuah studi menunjukkan bahwa mengurangi makanan kemasan yang tinggi minyak nabati, biji-bijian olahan, dan aditif dapat membantu mengurangi risiko diabetes. Satu studi menemukan bahwa pola makan berkualitas buruk yang tinggi makanan olahan meningkatkan risiko diabetes sebesar 30 persen. Namun, memasukkan makanan utuh bergizi (bukan olahan) membantu mengurangi risiko ini.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.