Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelestarian Warisan Dunia seperti Borobudur adalah Harga Mati

Antara , Jurnalis-Kamis, 29 April 2021 |08:31 WIB
Kelestarian Warisan Dunia seperti Borobudur adalah Harga Mati
Candi Borobudur (Foto: Reuters/Andreas Fitri)
A
A
A

"Di 2003 dan 2006, Borobudur sempat masuk dalam reactive monitoring tersebut dengan menghasilkan beberapa rekomendasi yang juga jadi bahan pertimbangan kita ketika merencanakan pengelolaan ke depan," ujar Hilmar.

Sementara, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman mengatakan sudah ada penelitian tentang faktor-faktor yang bisa menjadi kecenderungan ancaman utama situs warisan dunia di kawasan Asia Pasifik.

Beberapa terkait sistem manajemen, pembangunan hotel, program turisme, infrastruktur transportasi darat, aktivitas legal, legal framework yang harus dilakukan, sumber daya manusia yang mengelola, tambang, akomodasi yang tidak sesuai, perubahan penduduk dan komunitas yang kurang paham sehingga perlu pendidikan, keadaan air di sana, perusakan secara sengaja, pengembangan komersial juga masuk.

Oleh karenanya kata dia, harus ada kebijakan strategis pelestarian untuk situs-situs tersebut. Terdapat sembilan warisan dunia alam dan kultur di Indonesia, mulai dari Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Hutan Hujan Sumatera, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, dan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement