Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenkes Dante: Jangan Takut Laksanakan Imunisasi Anak di Tengah Pandemi

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 28 April 2021 |20:05 WIB
Wamenkes Dante: Jangan Takut Laksanakan Imunisasi Anak di Tengah Pandemi
Imunisasi anak (Foto: Midtown pediatrics)
A
A
A

Imunisasi sejatinya hak dasar anak. Anak-anak berhak untuk tetap sehat dan tumbuh berkembang. Namun pandemi Covid-19 menyebabkan banyak hambatan bagi orangtua serta para dokter dan penyedia layanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan imunisasi.

Kementerian Kesehatan melaporkan, setidaknya 83,9% pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi.

Wakil Menteri Kesehatan Kesehatan Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD. Ph.D menjelaskan, pemerintah terus berupaya dalam mengimunisasi seluruh anak Indonesia. Imunisasi banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan anak hingga dewasa.

 wamenkes dante

“Beberapa imunisasi juga berlaku untuk seumur hidup,” ujarnya dalam Webinar Pekan Imunisasi Dunia, Imunisasi Menyatukan Kita, Rabu, (28/4/2021).

Memang, terang Wamenkes Dante, akibat pandemi Covid-19 target vaksinasi anak lewat imunisasi tidak tercapai. "Angka imunisasi dasar anak turun karena banyak ibu takut membawa anaknya untuk pergi imunisasi di tengah pandemi."

Sebenarnya ibu-ibu, lanjutnya, tak usah takut membawa anak-anaknya untuk imunisasi asalkan mereka mematuhi protokol kesehatan ketat. Hal ini dilakukan dengan menjaga jarak, pakai masker, mencuci tangan saat vaksinasi.

Sementara itu, President Director MSD Indonesia, George Stylianou menjelaskan, imunisasi adalah langkah untuk melindungi generasi mendatang masyarakat Indonesia, terutama saat terjadi pandemi Covid-19. Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai imunisasi agar 1,5 juta anak di dunia yang meninggal setiap tahun karena Campak, Gondongan, Rubela, Cacar Air bisa dicegah.

“Imunisasi lengkap anak di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan perlindungan terbaik," ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia, Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI, FACP memaparkan, setiap akhir bulan April menjadi Hari Imunisasi Sedunia yang kali ini bertepatan dengan adanya pandemi Covid-19. Cakupan imunisasi baik untuk anak maupun orang dewasa menurun. Padahal penurunan ini pada Beberapa penyakit tertentu bisa menimbulkan outbreak atau kejadian luar biasa.

WHO mengingatkan, meskipun dalam masa pandemik, imunisasi penyakit yang bukan Covid tetap harus dijalankan dan dikejar cakupannya, jangan sampai menurun. “Semua pihak baik tenaga kesehatan, pemerintah dan kita sendiri harus bekerjasama untuk hal ini,” ujarnya.

Penurunan cakupan imunisasi menyebabkan ribuan anak berisiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian akibat infeksi penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi seperti Campak, Gondongan, Rubela, dan Cacar Air. Untuk mencegah hal tersebut, UNICEF, IDAI, dan Kementerian Kesehatan menghimbau agar orang tua melengkapi dan tidak menunda imunisasi buah hatinya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia, Dr. Meta Melvina mengajak para orangtua agar memperhatikan imunisasi anak-anaknya.

“Berpartisipaslah untuk melengkapi imunisasi anak, cari informasi mengenai imunisasi dan membantu orang tua lain untuk peduli kesehatan. Jika lingkungan kita sehat, anak kita pun akan sehat,” paparnya.

Hal ini sesuai dengan tema besar WHO di tahun 2021 dan merupakan upaya meningkatkan kesadaran para orang tua di Indonesia untuk memberikan imunisasi lengkap untuk perlindungan optimal bagi buah hatinya, khususnya di tengah pandemic saat ini.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement