Lebih lanjut, kata dia, namun lebih baik ditinggalkan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membatalkan ibadah puasa. Sebab hakikat puasa sendiri bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar, tapi juga menjaga hawa nafsu.
Allah SWT berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa 'anil-hawā
Artinya: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya," (QS. An Nazi'at ayat 40).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.