Muhammad Mushollin mengatakan, nama Pasucinan yang ditabalkan pada masjid ini berasal dari kolam wudhu di dalam masjid yang berukuran 2 x 2 meter yang hingga kini masih terjaga kelestarianyannya.
Selain untuk berwudhu, kolam tersebut juga sebagai sarana meyucikan diri bagi warga yang masuk Islam, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya Masjid Pesucinan.
Masjid bersejarah ini sebenarnya masih menyimpan jejak sejarah lain, yakni bedug ,tapi Pemkab Gresik telah memindahkannya ke Museum Sunan Giri di Kompleks Pemakaman Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapura, Kecamatan Kota, Gresik.
(Salman Mardira)