Sementara itu, ukiran di bagian bawah berjumlah tujuh dan kuncup paling atas sembilan. Keduanya menunjukkan angka 79.
Jika ornamen tersebut digabungkan, maka akan terbentuk 21 April 1879 yang merupakan hari kelahiran RA Kartini.

Sumur yang berada di depan monumen kondisi dan posisinya masih asli. Meskipun sudah ratusan tahun, sumber air dari sumur sedalam kira-kira 10 meter itu tidak pernah surut.
Selain mengenang RA Kartini, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah pahlawan nasional itu di monumen ini.
(Salman Mardira)