SUKA terbangun di malam hari untuk buang air kecil atau pipis? Mungkin kejadian tersebut Anda anggap wajar, tapi coba ingat-ingat apakah Anda banyak minum sebelum tidur?
Jika tidak, bukan tidak mungkin Anda mengalami nokturia. Divisi Metabolik Endokrinologi dan Diabetes Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia, Dyah Purnamasari, mengatakan nokturia terbagi menjadi dua jenis yakni poliuria dan poliuria nokturnal.
Poliuria nokturnal
Jumlah air kemih di malam hari lebih banyak, sementar total air kemih seharian normal menjadi berkurang. Penyebabnya antara lain: gagal jantung, udem ekstremitas bawah, gangguan tidur (OSA), obat-obatan (diuretic), minum terlalu banyak sebelum tidur.
“Penyebab nokturia bisa bermacam-macam. Dari segi urologi bisa jadi karena gangguan saraf, gangguan otot kemih, keganasan kandung kemih dan nokturia poliuria,” terang Dyah.
