Ia menikmati hidupnya selama dekade terakhir bersama orang-orang yang mencintainya. Smith bekerja mulai pukul tujuh pagi hingga tiga sore waktu setempat.
Ia bertugas selama empat hari dalam seminggu untuk melayani surat perintah penangkapan dan eksekusi. Smith juga membantu program pengawasan komunitasnya di halte lalu lintas, berpatroli di zona sekolah, layanan pengawalan dan lainnya.
Smith berkeliling kota menggunakan mobil tanpa atribut, namun ia tetap memakai seragam polisi dan membawa senjata api. Smith mengatakan bahwa bukan pistol atau lencana yang membuatnya menjadi seorang perwira polisi yang baik, namun rasa hormatnya terhadap orang-orang.
Menurut Smith, ia cenderung menolak untuk melakukan penangkapan. Sebagai gantinya ia mencoba untuk mendapatkan belas kasihan dari orang-orang yang ia layani dan mengklaim telah membawa lebih banyak orang untuk pulang daripada membuatnya mendekam dipenjara.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.