DINAS Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menyatakan perusahaan pariwisata di wilayah tersebut rata-rata hanya mampu bertahan sampai Agustus 2021, jika tidak memperoleh pendapatan dari wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Biralimar, di Tanjungpinang, Selasa (30/3/2021), mengatakan, pemilik perusahaan pariwisata seperti perhotelan, resort dan restoran sudah menghabiskan uang untuk bertahan selama masa pandemi COVID-19.
Biaya operasional dalam pengelola hotel, resort, restoran cukup besar, sementara tidak ada omzet selama pandemi.
Baca juga: Fakta Pulau Terkutuk, Dihuni 'Monster' dan Banyak Orang Hilang Misterius
Di Lagoi, Kabupaten Bintan, yang sudah sejak beberapa bulan lalu bersiap melayani wisman memiliki sebanyak 15 destinasi wisata, 10 di antaranya sudah tidak beroperasi. Begitu pula di Nongsa, memiliki 11 objek wisata, namun tidak seluruhnya beroperasi.
"Melihat kondisi ini, pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam. Kami terus mengupayakan agar destinasi wisata di Lagoi kembali jaya. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan wisatawan asal Singapura mengunjungi Lagoi dan Nongsa," ujarnya.
Komunikasi politik antara sejumlah kementerian terkait di Indonesia dengan Pemerintah Singapura sudah dilakukan secara intensif. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri berupaya meyakinkan Pemerintah Singapura bahwa Lagoi dan Nongsa aman dari COVID-19.
Baca juga: Fakta-Fakta Perayaan Saint Patrick's Day yang Identik dengan Hijau
Pengelola objek wisata di kawasan itu telah mempersiapkan fasilitas hotel, hiburan dan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan. Lagoi merupakan kawasan pariwisata berskala internasional, yang paling siap menerima wisatawan asal Singapura.
"Peralatan medis, seperti alat pemeriksaan kesehatan berupaya genose dan PCR ada di Lagoi. Di Lagoi, paling indah dan lengkap," ucapnya.