Sebagaimana ditunjukkan dalam makalah tersebut, perubahan hormonal selama menstruasi memengaruhi permeabilitas vaskular di organ-organ mata dan mengakibatkan pendarahan. Tapi, dokter masih berusaha menemukan alasan anatomis yang tepat untuk keluarnya darah.
Baca juga: Sejak Dulu Aprilia Manganang Tidak Pernah Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter
Beberapa ahli menambahkan bahwa endometriosis atau keberadaan jaringan endometrium di organ ekstragenital dapat menjadi faktor penyebab terjadinya ocular vicarious menstruation. Estrogen dan progesteron dapat meningkatkan permeabilitas kapiler yang mengakibatkan hiperemia, kongesti dan perdarahan sekunder dari jaringan ekstrauterin.
Wanita tersebut kemudian diresepkan kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron. Setelah tiga bulan tindak lanjut, wanita itu tidak mengalami darah keluar dari matanya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.