Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Candi di Jawa Timur, Warisan Sejarah Kuno yang Masih Utuh

Violleta Azalea Rayputri , Jurnalis-Selasa, 16 Maret 2021 |09:03 WIB
Wisata Candi di Jawa Timur, Warisan Sejarah Kuno yang Masih Utuh
Wisata Candi Kidal. (Foto: Instagram desawisatakidal)
A
A
A

Candi Kidal

Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun. Candi ini pun dikatakan sebagai candi pemujaan tertua di Jawa Timur. Menariknya, dalam pembangunan candi yang cukup populer di Jawa Timur ini digunakan dua jenis batu yang berbeda. Pada bagian kaki sampai selasar candi dibangun menggunakan batu hitam, sementara tubuh candi menggunakan batu putih.

Lokasi Candi Kidal terletak di desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang jaraknya sekira 15 km arah tenggara, berada di pinggir Jalan Raya Tumpang ke Tajinan.

Untuk menuju ke Candi Kidal pengunjung memakai kendaraan pribadi untuk bisa langsung sampai lokasi candi. Objek wisata ini buka setiap hari pada pukul 8 pagi hingga jam 5 sore dan tiket masuknya pun gratis.

Candi Tikus

Candi Tikus adalah sebuah peninggalan dari kerajaan yang bercorak hindu yang terletak di Kompleks Trowulan, tepatnya di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peninggalan Kerajaan Majapahit ini diberi nama 'tikus', karena pada saat ditemukan, di area candi ditemukan banyak tikus.

Bentuk Candi Tikus yang mirip sebuah pemandian mengundang perdebatan di kalangan pakar sejarah dan arkeologi mengenai fungsinya. Sebagian pakar berpendapat bahwa candi ini merupakan petirtaan, tempat mandi keluarga raja,

Namun sebagian pakar ada yang berpendapat bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penampungan dan penyaluran air untuk keperluan penduduk Trowulan. Menaranya yang berbentuk meru menimbulkan dugaan bahwa bangunan candi ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Untuk masuk ke objek wisata ini, dikenakan biaya sebesar 3 ribu rupiah. Dan untuk jam bukanya yaitu pukul 07.00-16.00 WIB. Berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Mojokerto. Candi ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit berkendara.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement