Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak, Ini Cara Menekan Risiko Stunting pada Anak

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Minggu, 14 Maret 2021 |03:07 WIB
Simak, Ini Cara Menekan Risiko Stunting pada Anak
Ilustrasi anak bayi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

5. Minimun acceptable diet (MAD)

MAD indikator komposit MMF dan MDD. Dalam hal frekuensi minimal, bagi anak yang tidak disusui harus mendapatkan susu setidaknya 2 kali per hari. Dalam hal keragaman pangan, bagi anak yang tidak disusui didasarkan atas 6 dan bukan 7 kelompok pangan. Sebab, susu sudah harus wajib ada dalam menu.

Baca juga: PR Indonesia Perangi Stunting hingga 2024 

6. Keragaman pangan minimal

Konsumsi makanan yang beragam yaitu setidaknya mengonsumsi 4 dari 7 kelompok pangan. Adapun 7 kelompok pangan tersebut yakni: (1) Padi-padian, akar, umbi; (2) Buah dan sayur kaya vitamin A; (3) Daging seperti daging merah, ikan, dan ungags; (4) Legum, kacang-kacangan dan biji-bijian; (5) Telur; (6) Buah dan sayur lainnya; (7) Susu dan olahannya.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement