DENMARK diketahui sedang menangguhkan penggunaan Vaksin AstraZeneca karena adanya kasus kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Penangguhan pemakaian vaksin covid-19 produksi Oxford-AstraZeneca ini diketahui lebih lanjut diberlakukan Pemerintah Denmark selama dua pekan atau 14 hari terhitung Kamis 11 Maret 2021.
Sebagaimana dilaporkan Newser, Jumat (12/3/2021), Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heunicke menekankan langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan setelah adanya beberapa kasus pembekuan darah yang fatal atau mengancam jiwa yang dilaporkan bebera orang penerima vaksin. Kejadian ini dikatakan belum secara pasti terkait penggunaan vaksin covid-19 tersebut.
Baca juga: Jepang Mulai Produksi Sendiri Vaksin AstraZeneca
Tindakan yang dilakukan Pemerintah Denmark ini dilakukan beberapa hari usai Austria juga menangguhkan penggunaan batch tertentu dari Vaksin Oxford-AstraZeneca. Seperti dilaporkan BBC, pemakaiannya juga telah diberhentikan sementara di Estonia, Latvia, Lithuania, serta Luxembourg. Batch yang disebut ABV5300 tersebut termasuk ada 1 juta dosis vaksin yang dikirimkan ke 17 negara di Benua Eropa.

Austria diketahui menghentikan sementara pemakaian Vaksin Oxford-AstraZeneca setelah ada kasus seorang wanita berusia 49 tahun meninggal dengan kondisi mengalami banyak pembekuan darah, sekira 10 hari setelah divaksin. Begitu juga dengan Denmark, satu kasus kematian telah dilaporkan. Demikian menurut laporan CNBC.