Orang tersebut merupakan Lurah Dusun Cimeong bernama Edi. Abah Lurah Edi merupakan orang yang berpengaruh di desanya.
Ia menjadi seseorang yang cukup dihormati oleh warga desa ketika itu. Ia tinggal sendirian di dusun itu tanpa istri dan anaknya, karena mereka sudah pindah.
Namun mereka masih sering mengirimi makanan dan istrinya datang menjenguknya setiap seminggu sekali. Alasan Abah Edi menetap adalah karena menjaga dan menggarap sawah miliknya dan jarak sawah tersebut lebih dekat apabila dibandingkan dengan kampung relokasi yang jaraknya cukup jauh.
Faktor usia dan riwayat penyakit maag dan jantung membuat Abah Edi tidak bisa berjalan jauh.
“Jadi biasanya (saya) tani sesudah jam 8 sholat sunnah Dhuha, sesudah jam 2 pulang lagi untuk melaksanakan shalat Duhur,” ungkap Abah Edi menjelaskan kegiatan sehari-harinya yang dilansir dari channel Youtube Dicky Reva.
Kondisi rumah Abah Lurah Edi jika malam hari gelap gulita karena listrik sudah dicopot dari dusun tersebut. Untuk penerangannya, Abah Lurah Edi biasanya menggunakan senter.
“Ya gelap karena memang sudah tidak ada apa-apa,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.