Swansrai
Swansrai merupakan minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi air buah kelapa yang sudah sangat tua. Masyarakat Papua, khususnya Biak, akan menyuguhkan Swansrai untuk tamu yang mereka anggap penting. Namun, Anda harus berhati-hati dengan minuman ini karena memiliki kadar alkohol cukup tinggi, yaitu berkisar 20 sampai 30 persen.
Rasa yang kuat dan sedikit pahit akan memanjakan lidah siapapun yang mencoba Swansrai. Kehangatan pun akan terasa di tenggorokan pada tegukan pertama. Keunikan Swansrai ada pada tempat penyajiannya yang menggunakan tempurung kelapa.
Cap Tikus
Dari tanah Minahasa ada Cap Tikus, salah satu merk bir tradisional yang memanfaatkan air nira atau saguer sebagai bahan baku utamanya. Lebih kuat lagi dibanding Swansrai, kadar alkohol Cap Tikus dapat mencapai 40 persen. Kandungan alkohol yang tinggi itu diperoleh dari proses penyulingan Cap Tikus yang sangat baik.
Di Sulawesi Utara, Cap Tikus merupakan produk alkohol yang telah dilegalkan keberadaannya.
Ciu
Di antara minuman beralkohol yang telah dibahas, Ciu menjadi minuman memabukan khas Indonesia yang mengandung alkohol dengan kadar paling tinggi, yakni hingga 70%. Tak hanya membuat mabuk, minuman tradisional ini diyakini berguna untuk kesehatan tubuh.
Bahan dasar dalam proses pembuatan ciu adalah singkong atau tebu. Ciu biasanya berasal dari kawasan Banyumas, Bekonang, dan Sukoharjo. Namun, ciu juga bisa ditemukan di sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Meski menuai kontroversi, banyak yang menganggap ciu adalah jamu tradisional.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.