INDONESIA punya beragam minuman beralkohol dengan ragam rasa lokal. Penasaran ada apa saja?
Perlu diketahui, ada minuman beralkohol dengan proses pembuatan yang telah tertulis dalam catatan Sejarah Lama Dinasti Tang sekitar, tahun 618 hingga 907 dan Sejarah Baru Dinasti Tang. Dalam catatan tersebut penulis membicarakan negara bernama Ho-ling atau Kalingga yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah barat Bali.
Untuk mengenal bih jauh macam-macam minuman beralkohol khas Indonesia, Okezone telah mengumpulkan informasi dari beberapa sumber. Berikut 7 jenisnya yang bisa Anda simak:
Tuak
Tuak dapat dikatakan sebagai salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu. Minuman memabukan ini merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau buah yang mengandung gula. Kadar alkohol tuak berbeda-beda, tergantung daerah pembuatannya.
Ya, setiap wilayah di Indonesia punya tuaknya tersendiri. Di Lombok dan daerah pesisir utara Jawa Timur, tuak yang dikonsumsi berasal dari bunga aren. Untuk kawasan Sumatera Utara, khususnya Toba, tuak masih mudah ditemukan di kedai atau lapo-lapo. Tuak tersebut berasal dari fermentasi nira aren yang dikenal memiliki kadar alkohol sangat tinggi.
Ada pula Tuak Dayak. Berbeda dengan tuak sebelumnya, suku Dayak membuat Tuak dari ketan atau beras yang difermentasi. Beberapa komponen seperti rempah juga ditambahkan untuk memperkuat rasa dan memberikan manfaat untuk tubuh. Pria Dayak minum Tuak bersama-sama pada upacara adat. Bagi mereka, tuak merupakan simbol kekerabatan antar individu dalam sebuah suku.
Baca Juga: 4 Hotel di Kelapa Gading Jakarta, Harganya Rp300 Ribuan Aja
Brem Cair Bali

(Foto: Instagram arakbrembalidewisri)
Brem Cair Bali merupakan minuman beralkohol yang semula dikonsumsi pada saat upacara adat. Namun seiring berkembangnya pariwisata di Bali, Brem menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali yang banyak diburu wisatawan asing. Bahkan pada Februari 2020, pemerinah daerah Bali melegalkan peredarannya bersama dengan Tuak dan Arak.
Brem cair punya cita rasa manis dan sedikit asam. Minuman berwarna merah ini mengandung 3 sampai 10 persen alkohol, tergantung lama fermentasi. Umumnya, Brem dibuat dari hasil fermentasi beras ketam hitam atau putih. Selain rasa yang khas, keistimewaan Brem Bali adalah bahan-bahan yang digunakan 100 persen alami. Tidak ada bahan pengawet atau pewarna yang digunakan.