Pihak Istana Buckhingham menambahkan, penyelidikan ini mereka gelar langsung dengan melibatkan para staf dari divisi sumber daya manusia atau human resources kerajaan.
“Tim SDM kami akan melihat keadaan yang disebutkan dalam artikel tersebut. Termasuk, anggota staf yang terlibat pada saat itu, dan mereka (staf istana) yang resign dari rumah tangga kerajaan akan diundang untuk berpartisipasi,” lanjutan pernyataan Istana Buckingham.
Pihak kerajaan Inggris melalui Istana Buckingham dengan tegas juga menyatakan, mereka tak mentolerir tindakan bullying di lingkungan istana.
“Rumah Tangga Kerajaan sendiri telah menerapkan kebijakan tentang martabat di tempat kerja (Dignity at Work) selama bertahun-tahun dan tidak akan mentolerir tindakan penindasan atau pelecehan di tempat kerja,” penutupan pernyataan istana.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.