Dalam membantu pramuwisata, Sandi juga akan merencanakan program prakerja. Karena melalui program ini ada insentif tunai serta pelatihan.
“Mudah-mudahan hal ini bisa kita akselerasi segera. Saya dengan jajaran Kemenparekraf lainnya akan bekerja keras, untuk menyelamatkan satu persatu dari tujuh ribu pramuwisata yang ada di Bali. Untuk itu, kita tetap harus optimis serta berkolaborasi,” kata dia.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, tren lainnya yang ia sebut dengan pandemic winner, yaitu safe and healthy tourism destination. Destinasi yang menerapkan safety and healthy tourism dapat meningkatkan sektor pariwisata sebesar 4 hingga 5 kali lipat. Oleh karenanya, pemulihan pariwisata khususnya wisatawan nusantara, sangat bergantung pada komitmen kita terhadap penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.
Baca juga: Kisah Bule Rusia Kepincut Kopi Minang, Sampai Rela Pasarkan di Negaranya
“Saya titip pesan kepada teman-teman HPI untuk menerapkan protokol kesehatan ini dengan disiplin dan penuh kesadaran. Agar nantinya wisatawan merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Ketua HPI DPD Bali, I Nyoman Nuarta, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenparekraf/Baparekraf atas responsnya terhadap pramuwisata Bali. Arahan dan masukan dari Menparekraf untuk pelaku usaha pramuwisata diharapkan bisa segera menggeliatkan kembali sektor pariwisata di Bali, serta dapat menghasilkan SDM unggul dan berkualitas.
“Kami sangat berterima kasih atas support dari Pak Menteri, karena dukungan dan arahan ini sangat berarti secara psikologis bagi kami,” ujar I Nyoman Nuarta.
(Rizka Diputra)