Karena jika ia bertugas di bagian depan, mau tidak mau, Laura juga harus mengurus kokpit di mana kapten itu berada. Sayangnya, kapten tidak memperbolehkan perpindahan tersebut.
Ia ingin Laura tetap bertugas di bagian depan hingga hari ketiga. Saat penerbangan, kapten memanggil Laura dan menanyakan perihal permintaannya untuk pindah posisi tugas. Dan lagi-lagi, Laura memberikan alasan.
Sampai akhirnya pembicaraan sang kapten mulai merujuk ke arah tidak jelas. Berawal dari menanyakan tempat tinggal, kapten itu menawarkan untuk membayar unit apartemen Laura.
“Ini yang di-bold, sih. Yang bener-bener buat aku freeze dan sedikit, bukan sedikit, tapi syok sih. Dia ngomong gini, mau gak apart-nya saya bayarin? Gitu..,” kata Laura.