Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

24 Desa di Kabupaten Alor Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Bahari

Antara , Jurnalis-Minggu, 14 Februari 2021 |03:05 WIB
24 Desa di Kabupaten Alor Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Bahari
Salah satu spot wisata bahari di Kepulauan Alor, NTT (Foto: Antara)
A
A
A

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 24 desa yang berada dalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Alor agar ditetapkan sebagai desa wisata bahari.

"Dengan usulan ini kita berharap 24 desa ditetapkan sebagai desa wisata bahari yang diharapkan berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan jasa lingkungan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT Wilayah Kabupaten Alor, Muhammad Saleh Goro, Sabtu (13/2/2021).

Usulan telah dilakukan pada akhir Januari 2021 oleh DKP Provinsi NTT meneruskan usulan dari DKP NTT Kabupaten Alor selaku Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) KKPD SAP Selat Pantar dan Laut Sekitarnya di Alor.

Baca juga: Warga Gorontalo Manfaatkan Long Weekend Berwisata ke Pantai

Saleh Goro menjelaskan, 24 desa tersebut berada di dalam KKPD yang memiliki prospek pengembangan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, khususnya pariwisata alam perairan.

Dikatakannya, berbagai potensi wisata di kawasan itu seperti taman laut Selat Pantar dengan 34 titik menyelam, wisata berbasis spesies berupa dugong jinak, lumba-lumba, hiu tikus, paus.

Selain itu terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang eksotik serta berbagai potensi kelautan dan perikanan di dalamnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan daya guna potensi kelautan dan perikanan di Alor, pihaknya telah membuat satu rancangan besar pengembangan destinasi pariwisata alam perairan dan perikanan yang terkoneksi dengan kawasan wisata darat berbasis desa, adat, dan agama.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement