Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Sabu ke Ekstasi, Psikolog: Ridho Rhoma Sulit Mengontrol Diri

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 08 Februari 2021 |13:30 WIB
Dari Sabu ke Ekstasi, Psikolog: Ridho Rhoma Sulit Mengontrol Diri
Ridho Rhoma (Foto: Inst Ridho Rhoma)
A
A
A

Di sisi lain, apa yang dilakukan pada pencandu narkoba untuk membuatnya menghilangkan perasaan 'enak' yang sesat tersebut?

Mei menjelaskan, pada umumnya mereka dibuat untuk memahami mengapa harus menjauhi narkoba, apa manfaatnya, dan diajak berpikir logis. Tidak hanya itu, mereka juga dikuatkan secara psikologis bahwa kebutuhan menggunakan narkoba untuk tenang atau merasa lebih kuat itu pikiran yang salah.

Lebih lanjut, pikiran para pencandu narkoba juga akan diarahkan ke kegiatan yang bermanfaat sehingga fokusnya teralihkan ke hal yang lebih positif. "Pengalihan ini penting supaya otaknya enggak hanya mikir tentang narkoba dan mulai memperbaiki diri dengan kegiatan yang lebih berfaedah," tambah Mei.

Hal penting dari itu semua, kata Mei, ketika seseorang sudah diperbolehkan keluar dari pusat rehabilitasi, diharapkan orang tersebut sudah menjadi pribadi yang baru. Karena itu, sangat penting untuk mengatur ulang lingkungan pertemanan dan menguatkan terus niat untuk sembuhnya.

"Apa yang terjadi pada Ridho Rhoma bisa jadi pelajaran untuk kasus-kasus selanjutnya bahwa apakah memang proses rehabilitasinya kemarin sudah efektif atau belum. Apa yang harus dievaluasi," katanya.

"Hal penting lainnya adalah memahami motivasi mereka karena itu sangat menentukan apakah mereka akan kembali atau benar-benar berhenti menggunakan narkoba," tambah Mei.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement