Tapi, dia coba tenang dan tak mau terlihat ketakutan. Alhasil, untuk mengalihkan perasaan takut tersebut dia ajak perempuan berbaju merah itu ngobrol. "Lift di sini memang lama ya?" tanya si satpam di depan pintu lift. Si perempuan itu menjawab, "Iya, memang lama lift di sini." Suara si perempuan katanya terdengar tenang tapi misterius.
Mereka berdua menunggu di depan lift lumayan lama, sekitar 5 hingga 10 menit. Waktu berjalan begitu lama di situasi seperti ini. Sampai akhirnya pintu lift terbuka. Si satpam membiarkan perempuan itu masuk duluan.
Setelah berada di dalam lift, satpam memencet tombol 14, mengartikan lantai tujuan mereka. Lift bergerak ke atas sangat lambat. Di tengah jalan, sekitar 5 menit setelah pintu lift tertutup, entah kenapa pintunya terbuka.
Bukan, bukan di lantai 14 tapi di lantai 11. Kembali, aura dingin menembus tubuh si satpam itu. Jantungnya berdetak mulai kencang. Pikirannya melayang ke hal-hal mistis. "Apakah ada orang lain di dalam gedung ini? Padahal, sudah dipastikan enggak ada orang karena semua pintu sudah dikunci," isi pikiran si satpam.

Dia keluar beberapa langkah dari lift untuk memastikan sekitarnya. Lantai itu begitu gelap dan sepi. Tak ada kehidupan sama sekali di lantai itu di pukul 12 malam. Merasa aman, dia pun kembali masuk ke lift dan memencet tombol 14 sekali lagi.
Lift bergerak ke atas kembali. Satpam itu coba menenangkan suasana, dia ajak perempuan berbaju merah di belakangnya untuk ngobrol sedikit. Biar cair.
"Mbak...," sapa si satpam. Tak ada balasan apapun, yang ada hanya suasana hening. Jantungnya makin berdegup kencang. Sekali lagi dia coba menyapa perempuan di belakangnya, "Mbak...,". Kembali, tak ada jawaban.