Efek tersebut didapat berdasar hasil kesimpulan dari penelitian yang dilakukan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, pada sukarelawan berusia 18 hingga 55 tahun.
Mereka menunjukan tanggapan kekebalan yang meningkat dengan interval yang lebih lama usai disuntik dosis kedua.
Profesor Andrew Pollard, kepala peneliti Oxford Vaccine Trial menerangkan, data baru tersebut memberi verifikasi penting dari data sementara yang digunakan oleh lebih dari 24 regulator termasuk MHRA (Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan) dan EMA (European Medicines Agency) untuk memberi 'Emergency Use Authorisation'.
"Data ini juga mendukung rekomendasi yang dibuat Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) untuk interval dorongan utama 12 minggu, karena mereka mencari pendekatan yang optimal dan supaya meyakini kami bahwa orang-orang dilindungi dari 22 hari setelah disuntik dosis pertama," terang Prof Pollard.
Makalah ini masih sedang ditinjau di Lancet sebelum akhirnya diterbitkan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.