Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merindukan Gemerlap Lampion di Sungai Pakning Bengkalis

Antara , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |12:02 WIB
Merindukan Gemerlap Lampion di Sungai Pakning Bengkalis
Ribuan lampion terpasang di sudut jalan kota Sungai Pakning, Bengkalis, Riau (Antara)
A
A
A

PERAYAAN menyambut Tahun Baru Imlek 2021 atau 2572 di tengah pandemi COVID-19 tak akan terlihat meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Gemerlap ribuan lampion tak lagi menghiasi jalanan di sudut kota Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bahkan, perayaan ulang tahun Dewa Ching Cho Cho Se yang dipusatkan di Wihara Hok Han Kiong di Desa Sungai Selari juga ditiadakan. Pertunjukan seni barongsai yang menjadi tradisi di hari ketiga Hari Raya Imlek dan perayaan pawai Cue Lak di hari ke enam juga ditiadakan.

Baca juga: Tahun Baru Imlek, Tiket Penerbangan Malah Turun 73%

Untuk pesta kembang api yang biasanya menghiasi langit di puncak perayaan hiburan malam di Wihara Hok Han Kiong juga tidak akan dilaksanakan mengingat adanya aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Tahun ini seluruh kegiatan perayaan menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 dan pemasangan ribuan lampu lampion di jalan ditiadakan, termasuk adanya pesta kembang api," ujar Ateng Liong, warga Tionghoa yang tinggal di Sungai Pakning.

 ilustrasi

Diutarakan oleh Ateng bahwa akibat ditiadakannya seluruh perayaan menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, sangat dirasakan sekali dampaknya oleh warga Tionghoa di tengah wabah COVID-19. Imlek tahun ini dipastikan akan terasa hambar dibandingkan dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini perayaan Imlek pua she, artinya agak susah tahun ini akibat virus corona," kata Ateng yang pernah menakhodai Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Bukit Batu ini.

Dampak lain akibat COVID-19 ini adalah tidak pulangnya para perantau ke kampung halaman yang biasanya sudah menjadi tradisi dalam merayakan Imlek. Para perantau Etnis Tionghoa dari daerah itu banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. Mereka biasanya setiap tahun pulang kampung untuk merayakan Imlek di Sungai Pakning, Kabupten Bengkalis.

Sejumlah perantau tahun ini tidak bisa pulang ke Sungai Pakning akibat pandemi COVID-19. Untuk mengobati rasa rindu, Ateng mengaku terpaksa menghubungi mereka melalui fasilitas media sosial video call.

Baca juga:  Termasuk Indonesia, Ini 20 Negara yang Dilarang Masuk Arab Saudi

Meskipun banyak kegiatan akan ditiadakan, untuk kegiatan ibadah di wihara masih tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) COVID-19, dan untuk izin kegiatan ibadah tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Tugas atau Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bengkalis.

Untuk kegiatan ibadah tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19 sesuai instruksi dari Satgas Kabupaten Bengkalis, ujar Ateng.

 

Dengan ditiadakannya sejumlah ritual, bukan berati perayaan Imlek harus terhenti, namun hanya dilakukan perayaan kecil di rumah masing-masing saja dengan tetap memasang beberapa lampu lampion.

"Rukun dan damai, begitulah masyarakat di Kota Sungai Pakning selama ini. Warga Tionghoa maupun warga tempatan, kita saling menghargai selama ini dalam menyambut datangnya Tahun Baru Imlek," ucap Ateng, menjelaskan.

Dampak ekonomi

 

Ditiadakannya sejumlah kegiatan dalam menyambut perayaan Imlek juga berdampak kepada ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19, khususnya di wilayah Kecamatn Bukit Batu.

"Dampaknya tentu ada, ekonomi masyarakat, khususnya warga tempatan yang biasanya merasakan rezeki dalam menyambut datangnya perayaan Imlek, sekarang tidak ada lagi," kata Camat Bukit Batu Taufik.

Dia mencontohkan, untuk pemasangan lampu lampion biasanya memakai tenaga masyarakat, hiburan barongsai yang menjadi ciri khas perayaan di hari ketiga Imlek juga biasanya memakai kendaraan atau mobil angkutan yang disewa dari masyarakat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement