“Ini adalah saat yang tepat bagi para pengelola desa wisata, bagi para pekerja informal pengrajin, pegiat pariwisata ekonomi kreatif untuk menemukan kembali jati diri posisi baru bereksperimen dengan pendekatan baru. Ciptakan penawaran baru yang pas bagi pelanggan platform yang juga baru juga yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Pakai teknologi, pakai big data, pakai platform online," tuturnya.
Lebih lanjut Sandi menyarankan metode yang bisa dipakai dalam mengenalkan desa wisata tersebut agar semakin populer di masyarakat.
“Target pasarnya yang dekat-dekat saja dulu wisatawan domestik. Digital nomad banyak banget sekarang digital nomad yang berkerja dari desa wisata untuk di saat pandemi ini. Ini adalah bagaimana mereka beralih dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas. Ini adalah bagian daripada parekraf yang lebih berkelanjutan dan juga parekraf yang lebih berkualitas," pungkasnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.